Terpopuler:

Mengatasi HTTP Error 500

11 September 2019 - Kategori Blog

Mengatasi HTTP Error 500

Haii guyss apa kalian pernah mengunjungi halaman dan melihat layar HTTP Error 500 ? ok kita akan bahas tentang itu cek kebawah aja langsung gayss

Cara Mengatasi Error 500

Cara Mengatasi Error 500

Apa itu HTTP Status Code?

Ketika Anda mengunjungi sebuah website, client application akan terhubung dengan web server melalui sebuah protocol jaringan yang disebut HTTP. Koneksi jaringan ini akan mengirimkan data response dari server ke client termasuk konten halaman situs dan beberapa informasi protocol.

HTTP status codes atau kode status HTTP adalah sebuah kode response standar yang diberikan oleh server website di internet. Kode-kode ini membantu mengidentifikasikan masalah ketika ada sebuah halaman web atau resource yang tidak termuat dengan benar. Kata-kata HTTP status code sendiri adalah sebuah istilah yang terdiri dari status kode HTTP dan kalimat alasan error tersebut. HTTP status code juga sering disebut sebagai browser error codes atau internet error codes.

Jenis-jenis HTTP Error

Setiap response data server HTTP dari setiap permintaan memiliki sebuah kode nomor yang mengindikasikan hasil request tersebut. Kode permintaan ini terdiri dari 3 nomor yang terbagi menjadi kategori berikut:

  • 100-199: status informasi

  • 200-299: status sukses

  • 300-399: status redireksi

  • 400-499: client errors

  • 500-599: server errors

Sebenarnya, hanya beberapa kode error dan kode status yang sering kita temukan ketika kita mencoba mengakses halaman website. Kode yang berhubungan dengan error-error ini biasanya diperlihatkan di halaman web dan terdisplay sebagai hasil dari request yang gagal, sementara ada kode lain yang tidak diperlihatkan kepada users. 

Pengertian HTTP error 500

HTTP 500 atau 500 Internal Server Error adalah sebuah kode status HTTP yang cukup general. Jika Anda membuka sebuah website dan menemukan masalah ini, berarti masalah ada pada server website tetapi server sendiri tidak bisa memberi tahukan masalahnya dengan spesifik.

Pesan HTTP Error 500 sendiri juga bisa ditampilkan dengan berbagai cara karena setiap website boleh mengkustomisasi pesan kode status HTTP-nya. Berikut ini adalah beberapa pesan HTTP Error 500 yang sering muncul:

  • 500 Internal Server Error

  • HTTP 500 – Internal Server Error

  • Temporary Error (500)

  • Internal Server Error

  • HTTP 500 Internal Error

  • 500 Error

  • HTTP Error 500

  • That’s an error

  • The website cannot display the page – HTTP 500

  • A blank white screen

Kadang Anda juga mendapat pesan tambahan seperti di bawah ini:

“The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request. Please contact the server administrator, [email protected] and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error. More information about this error may be available in the server error log.”

Brand yang lebih besar biasanya memiliki pesan HTTP error 500 mereka sendiri seperti misalnya AirBnb.

Karena 500 Internal Server Error ditampilkan oleh website yang Anda kunjungi, Anda bisa melihat pesan ini di browser manapun di sistem operasi apapun, bahkan di smartphone Anda. Dalam kebanyakan kasus, 500 Internal Server Error ditampilkan di dalam window browser internet, seperti halaman website pada umumnya.

Cara Mengatasi HTTP Error 500

Bagaimana Anda harus memulai pemecahan masalah saat melihat kesalahan server internal 500 di situs WordPress Anda? Terkadang Anda bahkan mungkin tidak tahu harus mulai dari mana. Biasanya pada HTTP error 500, kesalahan sebenarnya ada di server itu sendiri, tapi dari pengalaman kami, kesalahan ini berawal dari dua hal, yang pertama adalah kesalahan pengguna (client-side issue), dan yang kedua adalah ada masalah dengan server. Jadi kita akan membahas sedikit dari kedua sisi ini.

Berikut adala beberapa penyebab umum dan cara memperbaiki kesalahan server internal 500 agar website Anda tidak down lagi dan bisa berjalan dengan baik:

  • Coba reload atau muat ulang halaman website

Ini mungkin cara yang sangat simple, tetapi ini adalah cara yang paling mudah dan hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda menemukan masalah HTTP error 500. Tunggu untuk kurang lebih satu menit dan reload atau refresh halaman website tersebut (Anda bisa menekan tombol F5 atau Ctrl + F5).

Bisa jadi, masalah HTTP 500 ini terjadi karena server mengalami overload dan website akan kembali berjalan dengan baik dalam waktu beberapa menit. Saat menunggu, Anda juga bisa mencoba membuka website tersebut di halaman yang berbeda.

Salah satu cara lain untuk melihat apakah website Anda down atau ada kesalahan yang Anda lakukan dengan mengunjungi website downforeveryoneorjustme.com. Tool seperti ini memeriksa kode status HTTP yang dikembalikan dari server.

Selain itu, masalah ini juga mungkin muncul setelah Anda mengupdate plugin atau theme di website WordPress Anda. Biasanya ini terjadi jika plugin belum dikonfigurasi dengan baik dan benar. Oleh karena itu, mereka biasanya mencoba membereskannya sendiri dalam waktu beberapa menit dan membuat website Anda down untuk sementara waktu. Ini juga salah satu alasan mengapa mungkin me-reload atau me-refresh halaman website Anda bisa memperbaiki masalah ini.

  • Coba clear cache browser Anda

Menghapus browser cache Anda adalah salah satu cara troubleshoot yang bisa Anda lakukan sebelum Anda mencoba mencari tahu lebih dalam tentang masalah yang ada. Jika setelah Anda melakukan ini dan masih tidak bisa membuka website Anda, maka baru coba langkah-langkah lainnya.

  • Error establishing a database connection

HTTP error 500 juga bisa terjadi dalam rupa error establishing a database connection. Tergantung dari browser Anda, mungkin pesannya bisa berbeda-beda tetapi error yang satu ini adalah bagian dari kode status HTTP 500. Untuk tahu lebih banyak, Anda bisa membaca artikel kami mengenai cara mengatasi error establishing a database connection.

  • Cek plugin dan themes Anda

Plugins dan themes dari pihak ketiga bisa dengan mudah menyebabkan HTTP error 500. Biasanya, Anda bisa langsung melihat error-nya setelah Anda meng-install dan meng-update plugin atau theme tersebut. Ini adalah salah satu alasan mengapa ada baiknya Anda meng-update theme atau plugin satu persatu, agar Anda bisa dengan mudah melihat plugin atau theme mana yang sebenarnya menyebabkan error ini. Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan me-nonaktifkan atau deactivate semua plugin Anda. Anda tidak perlu khawatir karena me-nonaktfikan atau deactivate plugin Anda tidak akan menghapus data-data Anda.

  • Cek apakah ada file .htaccess yang corrupt

Bagi Anda pengguna WordPress, salah satu hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat melakukan troubleshooting internal server error di WordPress adalah mengecek apakah ada file .htacess yang ter-corrupt. Anda bisa melakukannya dengan mengganti nama file .htaccess utama Anda menjadi sesuatu seperti .htaccess_lama. Untuk menggangti nama file .htaccess-nya, Anda perlu login ke website Anda melalui FTP atau aplikasi file manager di dashboard cPanel. Setelah Anda terhubung, file .htaccess-nya akan diletakkan di direktori yang sama dimana Anda bisa melihat folder seperti wp-content, wp-admin, dan wp-includes.

Setelah Anda mengganti nama file .htaccess, coba kunjungi website untuk melihat apakah ini akan menyelesaikan masalah. Jika iya, maka Anda sudah berhasil memperbaiki website Anda. Jangn lupa untuk klik Settings > Permalinks di dashboard WordPress dan klik save tanpa mengubah apapun. Ini akan membantu membuat file .htaccess baru untuk Anda dengan memastikan bahwa semua halaman dan postingan Anda sudah di-redirect dan tidak akan terkena 404 error.

  • Menambahkan limit memori PHP

Terkadang internal server error bisa terjadi jika Anda menggunakan terlalu banyak memori PHP Anda. Jika Anda melihat HTTP error ketika Anda mencoba login ke dashboard WordPress dan mengupload gambar ke wp-admin Anda, maka Anda harus menambahkan limit memori Anda dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Buat sebuah file text kosong yang disebut php.ini

  • Paste kode ini ke dalamnya à memory=64MB

  • Simpan file-nya

  • Upload ke /wp-admin/folder Anda dengan menggunakan FTP

Beberapa pengguna sudah mengatakan bahwa melakukan hal di atas membantu memperbaiki masalah yang berasal dari bagian admin. Sebetulnya, jika meningkatkan limit memori Anda bisa memperbaiki masalah, maka Anda hanya memperbaikinya untuk sementara waktu. Anda masih perlu mencari tahu apa yang sebenarnya menghabiskan memori Anda.

Ini bisa saja karena plugin atau theme yang tidak berfungsi dengan baik. Anda juga bisa meminta tolong perusahaan hosting website WordPress Anda dan minta mereka untuk melihat server log untuk mencari tahu apa masalah sebenarnya.