Kembali lagi bersama perangkat kasir, pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar hal mengenai barcode. mulai dari pengertian, jenis dan fungsi. Berikut Pembahasan Mengenai Barcode. Pembahasan Mengenai Barcode
Tahukah kamu apa itu barcode ?? Barcode Merupakan sekumpulan kode berbentuk garis yang dimana setiap kode memiliki ketebalan garis yang berbeda – beda. Barcode sering kita jumpai ketika kita sedang berbelanja di Minimarket. Pembahasan Mengenai Barcode
Barcode adalah informasi terbacakan mesin ( machine readable ) dalam format visual yang tercetak. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca barcode atau lebih dikenal dengan Barcode Scanner.
Kode Barcode pertama kali diperkenalkan di Amerika sekitar pada tahun 1940-an oleh Norman Joseph Woodland dan Bernard Silver yang merupakan seorang mahasiswa Drexel Institute of Technology.
Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.
Barcode terbagi menjadi dua macam, yaitu Barcode 1 Dimensi dan 2 Dimensi
Barcode 1 dimensi
Pada barcode jenis ini hanya berisi beberapa garis yang memiliki ketebalan yang berbeda beda. Contoh ;
-Code 39,
-Code 128,
-CodaBar,
-Code 25 (Interleaved 2 of 5 / ITF),
-Code 93,
-Code 11,
-ITF-14,
-EAN-8,
-EAN-13,
-JAN-8,
-JAN-13,
-UPC-A,
-UPC-E,
-ISBN,
-ISSN,
-Logmars,
-Plessey,
-Telepen,
-FIM,
-Pharmacode,
-Postnet
Barcode 2 dimensi
Berbeda dengan barcode 1 dimensi, barcode jenis ini memiliki beragam bentuk seperti persegi, titik dan lainnya. Contoh barcode 2 dimensi :
-QR Code,
-Micro QR Code,
-AZTEC Code,
-Code ONE,
-Data Matrix,
-Grid Matrix,
-PDF417,
-MicroPDF417
– Proses Input Data lebih tepat, karena teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data
– mengurangi biaya, karena dapat menghindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang ulang
– memiliki nilai tawar lebih tinggi atau prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan atau kompetitor akan lebih terjaga.
– mengurangi biaya, karena dapat menghindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang ulang
– Proses Input Data lebih tepat, karena teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data
Mungkin sampai sini saja artikel yang saya buat, saya ucapkan terima kasih bagi yang sudah membaca dan sampai jumpa dilain kesempatan.
sumber : Barcode