Terpopuler:

Pembahasan Singkat AI(Artifical Inteligence) part 2

08 November 2019 - Kategori Blog

Kecerdasan John McCarthy

Hai guys… Kembali lagi dengan saya, kali ini saya ingin melanjutkan pembahasan singkat tentang AI atau Artifical Inteligence(Kecerdasaan Buatan. Baiklah mari kita bahas, simak pembahasan berikut ini…

Pembahasan Singkat AI(Artifical Inteligence) part 2

Kelanjutan Part 1

Kecerdasan John McCarthy

Kecerdasan John McCarthy di bidang matematika, menurut laporan The Guardian, ditunjukan melalui kemampuan McCarthy remaja melahap kalkulus, tanpa guru yang membimbing. Hanya berdasarkan buku materi yang biasanya digunakan kalangan mahasiswa. Saat John McCarthy akhirnya menjadi mahasiswa California Institute of Technology, bocah itu ditugasi dosen-dosennya soal tapi dengan mudah mencerna materi hingga pascasarjana. Pada September 1948, tahun ketika John McCarthy memperoleh gelar sarjana matematika dari Caltec, ia mendatangi simposium bertajuk “Hixon Symposium on Cerebral Mechanism in Behaviour.” Dari sana ketertarikan John McCarthy pada mesin yang bisa meniru cara berpikir manusia bermula.

Untuk memperdalam ilmunya, selepas kuliah di Caltec, John McCarthy melanjutkan program doktoral ke Princeton University dan mendapat gelar pada 1951. Mengutip pemberitaan The New York Times, John McCarthy pernah berujar bahwa menciptakan AI “tak terlalu menyulitkan”. AI hanya merupakan “1,8 Einsteins dan sepersepuluh kekuatan Manhattan Project, lembaga penelitian yang eksis pada Perang Dunia II”.

Guna membangun hal yang “tak terlalu menyulitkan” itu, Akhirnya John McCarthy mendirikan dua lembaga penelitian AI. Lembaga pertama ialah Stanford Artificial Intelligence Laboratory, lembaga penelitian AI yang didirikan John McCarthy di awal dekade 1950-an. Lembaga kedua ialah MIT Artificial Intelligence Laboratory. Berkat kedua lembaga yang didirikannya itu, John McCarthy dipercaya menjadi dosen di dua universitas Ivy League tersebut.

Stanford Artificial Intelligence Laboratory, sebagai lembaga penelitian AI pertama, memiliki sumbangsih yang cukup kuat. The New York Times menyebut pencapaian lembaga itu termasuk pengembangan sistem AI di bidang human skill, vision, listening, reasoning, hingga movements of limbs. Lembaga AI ini juga pernah menerima bantuan dari Pentagon menciptakan beberapa teknologi luar angkasa.

Sementara itu, di MIT Artificial Intelligence Laboratory, John McCarthy sukses melahirkan List Processing Language, bahasa pemrograman yang menjadi standar penciptaan AI. Kelahiran istilah AI, pendirian dua lembaga pertama AI, dan penciptaan bahasa pemrograman AI, mendaulatkan diri McCarthy sebagai bapak dari teknologi AI. Ini dipertegas oleh Association of Computing Machinery dengan Turing Award pada 1971.

Tom Simonite, kolumnis teknologi pada Wired mengatakan bahwa AI merupakan sistem yang menggabungkan algoritma supercerdas dengan machine learning. Bila dipasang pada robot atau mesin, ia membuat robot atau mesin tersebut itu bekerja secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, alias bekerja secara inisiatif. Kerja inisiatif terjadi manakala teknologi AI telah diberi sekumpulan data yang super besar alias big data untuk dipelajari pola-polanya dan dilatih untuk membuat keputusan.

Secara sekilas, Simonite mengatakan bahwa kecerdasan buatan “bukanlah tentang pekerjaan yang diambil-alih robot ataupun penghapusan manusia. Melainkan tentang semakin cerdasnya perangkat.” Yang kemudian membantu manusia.

Apa yang ditulis Simonite, tak terlalu jauh dengan pemikiran John McCarthy. Menurut John McCarthy, sebagaimana diungkap Daphne Koller, profesor pada Stanford University, bapak artificial intelligence itu “percaya bahwa kecerdasan buatan benar-benar dapat mereplikasi kecerdasan manusia.” Yang selanjutnya dianggap akan mampu mempermudah hidup manusia di bidang pekerjaan ataupun di bidang kesehatan dan lain-lainnya. Semoga saja, AI memang membantu manusia, bukan menciptakan kerusakan atau kemusnahan manusia seperti di film Terminator. Sehingga warisan dari John McCarthy yang meninggal Oktober 2 tahun lalu tak sia-sia.

Yaa itu lah kisah sang Bapak pembuat AI atau Kecerdasan Buatan, sekian dari saya terimakasih sudah mau menemani saya membahas tentang dunia seputar AI atau Kecerdasan Buatan. Terimakasih^_^

Sumber: tirto.id

Baca juga part sebelumnya: Pembahasan Singkat AI(Artifical Inteligence) part 1

, , , , , ,

 
Chat via Whatsapp